Showing posts with label TULISAN PENDIDIKAN. Show all posts
Showing posts with label TULISAN PENDIDIKAN. Show all posts

GREENING of SCHOOL


Dapatkan lebih banyak informasi tentang isu-isu dan permasalahan lingkungan hidup dari para guru, buku pelajaran, koran, dan koleksi di perpustakaan. Kita dapat membantu untuk kepedulian dan menyelamatkan lingkungan hidup dengan membeli yang hanya kita butuhkan saja, mendaur ulang sampah, tidak berpolusi, hemat energi, dan mulai membuat kebun sekolah dengan menanami pohon buah-buahan dan sayur-sayuran sebagai penyegar dan penyejuk. Ambil tindakan untuk lingkungan hidup mulai hari ini dan untuk seterusnya.

Apa yang bisa kita lakukan ?


·         Di Kantin
Setiap kali kita membeli atau menggunakan sesuatu, kita mempengaruhi keadaan lingkungan hidup di sekitar kita. Produksi sampah dari kantin dapat didaur ulang atau dibikin kompos, atau tindakan praktisnya dengan membuang sampah selalu pada tempatnya; dengan memilah sampah dan menyediakan tong sampah sesuai pemilahan.
  1. jangan membeli terlalu banyak makanan dalam kemasan atau sejenisnya.
  2. Belilah buah segar dan komposkan sampahnya.
  3. Bikin sebuah pusat koleksi daur ulang mini dekat kantin dan gunakan dana yang didapat untuk kegiatan lingkungan hidup.

·         Di Kelas
Setiap mata pelajaran di sekolah, lingkungan hidup terintegrasi di dalamnya dan setiap orang membutuhkan sumber daya alam. Kelas dan perpustakaan adalah tempat yang sangat bagus untuk kita belajar tentang kepedulian dan penyelamatan lingkungan hidup.
  1. Ajukan pertanyaan dan cari jawabannya tentang lingkungan hidup.
  2. Telitilah topik-topik tentang lingkungan hidup di perpustakaan.
  3. Jangan membuang kertas, simpan kertas tersebut dan daur ulang dengan memakai sebaliknya.
  4. Hiaslah ruangan kelas dengan tanaman, mural/gambar, poster, dan berita-berita tentang lingkungan hidup.

·         Mengurangi Polusi
Kita sering mencemari udara dan air. Membakar sampah dan emisi gas buang kendaraan bermotor  merupakan sumber pencemaran udara dan ini meningkatkan masalah efek rumah kaca bumi kita.
  1. jangan membakar sampah daun-dauanan, komposkan saja mereka.
  2. Membuang sisa dapur seperti minyak goreng dan lemak ke tanah, jangan lke saluran air atau toilet.
  3. Gunakanlah transportasi umum.
  4. Menanam pohon.

·         Hemat Energi
Energi adalah sangat penting baik itu untuk tanaman, binatang maupun manusia untuk kelangsungan hidupnya. Matahari dan bahan bakar fosil adalah sumber utama energi. Gas yang terbuang dari pembakaran bahan bakar dari fosil mencemari udara. Hemat energi hari ini berarti nilai yang didapat dari sumber daya akan lebih panjang.
1         Matikan lampu, kipas angin, TV, radio ketika kita tidak menggunakan lagi.
2         Membaca di dekat jendela bila memungkinkan ; agar cahaya masuk dan memungkinkan untuk membaca dengan jelas.
3         Gunakan pakaian yang ramah lingkungan.

·         Hemat Air
Segala kehidupan di muka bumi ini sangat membutuhkan air. Air bersih adalah yang terutama. Hanya satu persen saja dari seluruh jumlah air di permukaan bumi ini yang dapat digunakan untuk dikonsumsi. Hemat air berarti juga hemat uang ; dan kadang membutuhkan pembabatan hutan yang cukup luas hanya untuk membangun sebuah dam.
  1. Jangan membuang-buang air ; gunakan setelan kran yang sedang saja dan matikan/tutup rapat bila selesai digunakan.
  2. Gunakan ulang sisa air untuk menyiram tanaman di kebun/halaman.
  3. Kumpulkan air hujan dalam wadah bila memungkinkan, gunakan untuk keperluan lain nantinya seperti mencuci, mengepel  dan lain-lain.

·         Menanam Pohon
Tanaman menyerap karbon doksida, menproduksi oksigen, untuk tempat berteduh,  menghasilkan kayu, buah-buahan, bunga dan rumah untuk binatang. Tanaman membuat sekolah terlihat lebih asri dan bertindak sebagai benteng dari suara bising dan debu. Mereka membantu membikin udara jadi bersih dan segar.
  1. Tanamlah tanaman lokal di sekitar kita ; tanaman langka yang ada di Yogyakarta.
  2. Carilah saran yang terbaik untuk menanam pohon yang tepat di lokasi yang tepat pula.

·         Membuang Sampah
Sampah adalah barang-barang yang biasanya dibuang orang-orang karena dianggap tidak dapat dipakai lagi fungsinya. Banyak barang yang sebenarnya masih bisa didaur ulang atau digunakan ulang (re-use). Mengurangi sampah berarti membantu meringankan beban TPA menampung sampah dan membantu menhemat sumber daya alam agar dapat digunakan secara berkelanjutan untuk generasi mendatang.
  1. Jangan membeli secara berlebihan produk-produk dalam kemasan.
  2. Pilah dan jual barang-barang yang bisa didaur ulang seperti kaleng, botol dan kertas.
  3. Jangan bakar sampah organik ( dedauan, sisa dapur, sayuran, dan lain-lain ). Mulailah untuk membuat pos kecil untuk komposting ; kumpulkan seluruh sampah organik dan timbun di dalam lubang di tanah.
  4. Sediakan tempat untuk memilah barang jadi 3 bagian : satu untuk barang recycle, satu untuk barang re-use, satu untuk yang komposting.

·         Kegiatan Ekstra Kurikuler
Murid-murid dapat bekerja bersama dapat membuat dunia tersa lebih indah. Anak-anak dapat menemukan dan belajar tentang lingkungan hidup lewat klub kerja bersama tadi.
  1. Mulai membentuk klub lingkungan hidup di sekolah.
  2. Siapkan papan informasi ( mading ) lingkungan hidup di sekolah sehingga dapat dibaca oleh murid-murid yang lain.
  3. Identifikasikan permasalahan lingkungan hidup yang ada di sekolah dan cobalah mulai untuk memecahkannya.

·      Kita masih punya …… Pohon Kenangan atau Pohon Angkatan : Setiap kelas atau angkatan menanam dan memelihara satu pohon selama dia sekolah disitu untuk penyejuk sekolahnya dan itu akan menjadi kenangan ketika dia selesai/lulus nantinya, bisa untuk latar belakang potret kenangan bersama saat pesta perpisahan dan si anak bisa bercerita di depan podium tentang ini ;  pasti deh cerita kenangan akan jadi lebih asyik nantinya. Bisa memakai tanaman langka lokal Yogyakarta yang mempunyai makna filosofi di baliknya.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menjadi cerdas dan ceria dengan permainan tradisional


Permainan tradisional merupakan jenis permainan yang mengandung nilai-nilai budaya pada hakikatnya merupakan warisan leluhur yang harus dilestarikan keberadaannya. Ada permainan yang sifatnya bertanding dan ada juga yang diutamakan utamakan untuk mengisi waktu luang sebagai bentuk rekreasi.

Pengelompokan jenis permainan yang bersifart games ada yang single, satu lawan satu, ada yang satu lawn kelompok, ada juga yang kelompok lawan kelompok.
Jika diamati dari aktivitas yang dilakukan anak, permainan tradisional mengandung keterampilan dan kecekatan kaki dan tangan, menggunakan kekuatan tubuh, ketajaman penglihatan, kecerdasan fikiran, keluwesan gerak tubuh, menirukan lingkungan dan alam, memadukan gerak irama, lagu dan kata-kata yang sesuai dengan arti dan gerakannya.
Permainan egrang, sumber : Kompas

Menurut Sukirman Dharmamulya ( 1996), nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional diantaranya :
Melatih sikap mandiri, beradni mengambil keputusan, Penuh tanggung jawab, Jujur, Sikap dikontrol oleh lawan, Kerjasama, saling membantu dan menjaga, membela kepentingan kelompok, berjiwa demokrasi, patuh pada peraturan, penuh perhitungan, ketepatan berfikir dan bertindak, tidak cengeng, berani, bertindak sopan, bertindak luwes.

Demikian banyak nilai yang terkandung dalam permainan tradisional. Muatan pendidikan dan juga nilai-nilai kemanusiaan yang kreatif dan handal akan terbentuk dalam jiwa anak sehingga tak akan pantang menyerah.
Selain yang disebutkan Sukirman di atas, nilai-nilai yang terkandung dari permainan tradisional adalah sebagai berikut :

Menanamkan budaya trampil kerja, Menananmkan keuletan dan ketabahan, menanamkan cara berfikir yang divergent ( cikal bakal berfikir kreatif), Menanamkan etos kerja yang produktif, menanamkan jiwa aktif yang mengarah ke hal yang baru (original) dan berbeda seperti saat bermain dengan lempung, Menanamkan daya kompetisi yang tinggi, dan menanamkan kepercayaan diri yang kuat.

Walaupun banyak manfaat dari permainan tradisional ini, keberadaannya sekarang tinggal dalam bentuk tulisan atau juga terkubur ditelan kemajuan jaman. Orangtua lebih senang anaknya bermain di dalam rumah dengan alasan yang kuat yaitu : aman. Anak lebih banyak di beri playstation dan juga game-game lain yang sesuai dengan jamannya.

Alasan orangtua membiarkan anak-anaknya bermain di dalam rumah adalah agar lebih mudah dikontrol dan diawasi. Padahal dengan banyak bermain di luar, anak-anak lebih mudah untuk belajar, terutama belajar berani sejak dini dan meninggalkan “lingkaran amannya”  yaitu orangtua.
Contoh permainan tradisional adalah : Ciluk ba, Enggrang, Petak Um pet, Kelereng, Yoyo, Lompat tali, pasaran, lempung, Cublak-cublak suweng, Bekel, Gobag, Gasingan, Dakon, Bakiak, Adang-adangan, Engklek, Panjat Pinang, Cari jejak, Layang-layang dan lain lain.

Dengan begitu banyak manfaat dari permainan tradisional, kenapa tidak kita lestarikan budaya dan juga memetik manfaat dari permainan tersebut.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Macam-macam metode mengajar

Ada beberapa metode mengajar,... silahkan pilih sesuai karaktermu....


1. Metode Eksperimen


Metode eksperimen (percobaan) adalah cara penyajian pelajaran, siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari.


Kelebihan metode eksperimen :


a. Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya
b. Dalam membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia
c. Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia


Kekurangan metode eksperimen :


a. Metode ini lebih sesuai dengan baidang-bidang sains dan teknologi
b. Metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan mahal
c. Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan ketabahan
d. Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada faktor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan atau pengendalian.


2. Metode Diskusi


Metode diskusi adalah cara penyajian pelajaran, dimana siswa-siswa diharapkan kepada suatu masalah yang bias berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematic untuk dibahas dan dipecahkan bersama.


Kelebihan metode diskusi :


a. Merangsang kreativitas anak didik dalam bentuk ide, gagasan-prakarsa, dan terobosan baru dalam pemecahan suatu masalah
b. Mengembangkan sikap menghargai pendapat orang lain
c. Memperluas wawasan
d. Membina untuk terbiasa musyawarah untuk mufakat dalam memecahkan suatu masalah


Kekurangan Metode diskusi :


a. Pembicaraan terkadang menyimpang, sehingga memerlukan waktu yang panjang
b. Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar
c. Peserta mendapat informasi yang terbatas
d. Mungkin dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara atau ingin menonjolkan diri.

3. Metode Demonstrasi


Metode demonstrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan.


Kelebihan metode demonstrasi :


a. Dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret, sehingga menghindari verbalisme (pemahaman secara kata-kata atau kalimat)
b. Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari
c. Proses pengajaran lebih menarik
d. Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan, dan mencoba melakukannya sendiri,


Kekurangan metode demonstrasi :


a. metode ini memerlukan ketrampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang dengan hal itu, pelaksanaan demonstrasi akan tidak efektif
b. fasilitas seperti peralatan, tempat, dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik
c. Demonstrasi memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang di samping memerlukan waktu yang cukup panjang, yang mungkin terpaksa mengambil waktu atau jam pelajaran lain.


4. Metode Sosiodrama


Metode sosiodrama dan role playing dapat dikatakan sama artinya, dan dalam pemakainya sering disilihgantikan. Sosiodrama pada dasarnya mendramatisasi tingkah laku dalam hubungannya dengan masalah social.


Kelebihan metode sosiodrama :


a. Siswa melatih dirinya untuk melatih, memahami, dan mengingat isi bahan yang akan didramakan. Sebagai pemain harus memahami, menghayati isi cerita secara keseluruhan, terutama untuk materi yang harus diperankannya. Dengan demikian, daya ingatan siswa harus tajam dan tahan lama.
b. Siswa akan terlatih untuk berinisiatif dan berkreatif. Pada waktu main drama para pemain dituntut untuk mengemukakan pendapatnya sesuai dengan waktu yang tersedia.
c. Bakat yang terdapat pada siswa dapat dipupuk sehingga dimungkinkan akan muncul atau tumbuh bibit seni drama dari sekolah. Jika seni drama mereka dibina dengan baik kemungkinan besar mereka akan menjadi pemain yang baik kelak.
d. Kerjasama antar pemain dapat ditumbuhkan dan dibina dengan sebaik-baiknya.
e. Siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tanggung jawab dengan sesamanya.
f. Bahasa lisan siswa dapat dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami orang lain.


Kekurangan metode sosiodrama


a. Sebagian besar anak yang tidak ikut bermain drama mereka menjadi kurang kreatif
b. Banyak memakan waktu, baik waktu persiapan dalam rangka pamahaman isi bahan pelajaran maupun pada pelaksanaan pertunjukan
c. Memerlukan tempat yang cukup luas, jika tempat bermain sempit menjadi kurang bebas
d. Sering kelas lain terganggu oleh suara para pemain dan para penonton yang kadang-kadang bertepuk tangan.


5. Metode Problem Solving


Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berfikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpilan.


Kelebihan metode problem solving :


a. metode ini dapat membuat pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dengan dunia kerja
b. Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat membiasakan para siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil, apabila menghadapi permasalahan di dalam kehidupan dalam keluarga, bermasyarakat, dan bekerja kelak, suatu kemampuan yang sangat bermakna bagi kehidupan manusia
c. Metode ini merangsang pengembangan kemampuan berfikir siswa secara kreatif dan menyeluruh, karena dalam proses belajarnya, siswa banyak melakukan mental dengan menyoroti permasalahan dari berbagai segi dalam rangka mencari pemecahannya.


Kekurangan metode problem solving :


a. menentukan suatu masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berfikir siswa, tingkat sekolah dan kelasnya serta pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa, sanagat memerlukan kemmpuan dan keterampilan guru. Sering orang beranggapan keliru bahwa metode pemecahan masalah hanya cocok untuk SLTP, SLTA, dan PT saja. Padahal untuk siswa SD sederajat bjuga bias dilakukan dengan tingkat kesulitan permasalahan yang sesuai dengan taraf kemampuan berfikir anak
b. Proses belajar mengajar dengan menggunakan metode ini sering memerlukan waktu yang cukup banyak dan sering terpaksa mengambil waktu pelajaran lain
c. Mengubah kebiasaan siswa belajar dengan mendengarkan dan menerima informasi dari guru menjadi belajar dengan banyak berfikir memecahkan permasalahan sendiri atau kelompok, yang kadang-kadang memerlukan berbagai sumber belajar, merupakan kesulitan tersendiri bagi siswa.


6. Metode Tugas dan Resitasi


Metode resitasi (penugasan) adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar.


Kelebihan metode tugas dan resitasi :


a. kelompok Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual ataupun
b. Dapat mengembangkan kemandirian siswa di luar pengawasan guru
c. Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa
d. Dapat mengembangkan krearivitas siswa


Kekurangan Metode tugas dan resitasi :


a. Siswa sulit dikontrol, apakah benar ia yang mengerjakan tugas ataukah orang lain
b. Khusus untuk tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikannya adalah anggota tertentu saja, sedangkan anggota lainnya tidak berpatisipasi dengan baik
c. Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa
d. Sering memberikan tugas yang monoton (tidak bervariasi) dapat menimbulkan kebosanan siswa.


7. Metode Karyawisata


Metode karyawisata adalah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajar siswa ke suatu tempat atau objek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari/ menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik sepatu, suatu bengkel mobil, toko serba ada, dll.


Kelebihan metode karyawisata :


a. Karyawisata memiliki prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran
b. Membuat apa yang dipelajari di sekolah lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhab di masyarakat
c. Pengajaran serupa ini dapat lebih merangsang kreativitas siswa
d. Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas dan actual


Kekurangan metode karyawisata :


a. Fasilitas yang diperlukan ndan biaya yang dipergunakan sulit untuk disediakan oleh siswa atau sekolah
b. Sangat memerlukan persiapan atau perencanaan yang matang
c. Memerlukan koordinasi dengan guru serta bidang studi lain gar tak terjadi tumpang tindih waktu dan kegiatan selama karyawisata
d. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi lebih prioritas daripada tujuan utama, sedang unsure studinya menjadi terabaikan
e. Sulit mengatur siswa yang banyak dalam perjalanan dan mengarahkan mereka kepada kegiatan studi yang menjadi permasalahan.


8. Metode Latihan


Metode latihan yang disebut juga metode training merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Juga sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik.


Kelebihan metode latihan :


a. Untuk memeperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, kata-kata atau kalimat, membuat alat-alat, menggunakan alat-alat (mesin permaianan dan atletik), dan terampil menggunakan peralatan olahraga
b. Untuk memperoleh kecakapan mental seperti dalam perkalian, menjumlahkan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda (symbol), dsb
c. Untuk memperoleh kecakapan dalam bentuk asosiasi yang dibuat, seperti hubungan huruf-huruf dalam ejaan, penggunaan symbol, membaca peta, dsb
d. Pembentukan kebiasaan yang dilakukan dan menambah ketepatan serta kecepatan pelaksanaan
e. Pemanfaatan kebiasaan-kebiasaan yang tidak memerlukan konsentrasi dalam pelaksanaannya
f. Pembentukkan kebiasaan-kebiasaan membuat gerakan-gerakan yang kompleks, rumit, menjadi lebih otomatis.


Kekurangan metode latihan :


a. Menghambat bakat dan inisiatif siswa, karena siswa lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan jauh dari pengertian
b. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan
c. Kadang-kadang latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton, mudah membosankan
d. Membentuk kebiasaan yang kaku, karena bersifat otomatis
e. Dapat menimbulkan verbalisme

9. Metode Ceramah


Metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan metode tradisional, kerana sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar mengajar.


Kelebihan metode ceramah :


a. Guru mudah menguasai kelas
b. Mudah mengorganisasikan tempat duduk atau kelas
c. Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar
d. Mudahn mempersiapkan dan melaksanakannya
e. Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik


Kekurangan Metode ceramah :


a. Mudah menjadi verbalisme (pengertian kata-kata)
b. Yang visual menjadi rugi, yang auditif (mendengar) lebih besar menerimanya
c. Bila selalu digunakan dan terlalu lama, membosankan
d. Guru menyimpulkan bahwa siswa mengerti dan tertarik pada ceramahnya, ini sukar sekali
e. Menyebabkan siswa menjadi pasif.

10. Metode Bermain (khusus untuk anak TK)


Metode bermain adalah metode yang dapat membantu penyaluran kelebihan tenaga untuk memperoleh keseimbangan antara kegiatan dengan menggunakan kekuatan tenaga dan kegiatan yang memerlukan ketenangan.


Kelebihan metode bermain :


a. Siswa lebih senang
b. Dapat diikuti oleh seluruh siswa
c. Meningkatkan keterampilan berhubungan dengan anak lain
d. Guru dapat berinteraksi langsung dengan anak
e. Menyempurnakan keterampilan-keterampilan yang dipelajari
f. Guru dapat langsung mengkelompokkan kegiatan bermain


Kekurangan metode bermain :


a. Guru dan siswa mudah capek
b. Kadang ada anak yang senang bermainnya tapi tidak mau berhenti ketika selesai.

11. Metode Tanya Jawab


Metode Tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.


Kelebihan metode Tanya jawab :


a. Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa, sekalipun ketika itu siswa sedang rebut, yang mengantuk kembali tegar dan hilang kantuknya
b. Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya piker, termasuk daya ingat
c. Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat


Kekurangan metode Tanya jawab :


a. Siswa merasa takut, apalagi bila guru kurang dapat mendorong siswa untuk berani, dengan menciptakan suasana yang tidak tegang, melainkan akrab
b. Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir dan mudah dipahami siswa
c. Waktu sering banyak terbuang, terutama apabila siswa tidak dapat menjawab pertanyaan sampai dua atau tiga orang
d. Dalam jumlah siswa yang banyak, tidak mungkin cukup waktu untuk memberikan pertanyaan kepada setiap siswa.


12. Metode Bercerita


Metode bercerita merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar bagi


anak dengan membawa cerita kepada anak secara lisan.


Kelebihan metode bercerita :


a. Anak lebih banyak menyerap verbal
b. Guru lebih mudah mengatur anak
c. Anak lebih senang membayangkan secara ilustrasi cerita yang diberikan guru
d. Dapat mengendalikan emosi anak
e. Membuat anak lebih penasaran akan cerita yang diberikan guru


Kekurangan metode cerita :


a. Harus punya banyak referensi bahan buku bacaan
b. Guru harus bisa bercerita baik secara lisan, membaca maupun imprufisasi
c. Guru harus bisa membawa situasi kepada anak agar anak dapat hanyut dalam cerita


13. Metode Bercakap-cakap


Metode bercakap-cakap merupakan metode bentuk komunikasi antar pribadi. Berkomunikasi merupakan proses dua arah. Untuk terjadinya komunikasi dalam percakapan diperlukan keterampilan mendengar dan keterampilan berbicara. Metode ini sangat penting bagi anak TK.


Kelebihan metode bercakap-cakap :


a. Dapat saling mengkomunikasikan pikiran, perasaan, dan kebutuhan secara verbal
b. Mewujudkan kemampuan bahasa reseptif dan bahasa ekspresif.

Kekurangan metode bercakap-cakap :


a. Kurangnya bahan pembicaraan
b. Bersifat lebih monoton

14. Metode Audio Visual


Metode audio visual merupakan metode modern dimana dalam penyampaian diberikan dengan menggunakan alat seperti televise, CD, LCD, dll siswa dapat melihat langsung dengan alat peraga.

Kelebihan metode audio visual :


a. Anak dapat langsung melihat dengan menggunakan alat peraga
b. Lebih menarik bagi anak karena lebih berwarna
c. Guru tidak perlu menjelaskan langsung karena sudah ada gambar dan suara yang menjelaskannya.


Kekurangan metode audio visual :


a. Sekolah harus mempunyai fasilitas audio visual
b. Guru harus bisa mengoperasikan alat-alat modern

15. Metode Proyek


Metode proyek atau unit adalah cara penyajian pengajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna.


Kelebihan metode proyek :


a. Dapat memperluas pemikiran siswa yang berguna dalam menghadapi masalah kehidupan
b. Dapat membina siswa dengan kebiasaan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari secara terpadu
c. Metode ini sesuai dengan prinsip-prinsip di daktik modern yang dalam pengajaran perlu diperhatikan :


- Kemampuan individu siswa dan kerja sama dalam kelompok
- Bahan pelajaran tak lepas dari kehidupan riel sehari-hari yang penuh dengan masalah
- Pengembangan aktivitas, krestivitas dan pengalaman siswa banyak dilakukan
- Agar teori dan praktek, sekolah dan kehidupan masyarakat menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.


Kekurangan metode proyek :


a. Kurikulum yang berlaku di Indonesia saat ini, secara vertical maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini
b. Pemilihan topik unit yang tepat sesuai dengan kebutuhan siswa, cukup fasilitas dan sumber-sumber belajar yang diperlukan, bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah
c. Bahan pelajaran sering menjadi luar sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Gagal ?, Biasa Kalee !!

Shinta dan Shanti sama-sama menjuarai lomba menyanyi tingkat privinsi dan berhak maju ke tingkat nasional. Sayangnya, keduanya belum berhasil menjadi pemenang.Shinta yang selalu menjadi juara dalam perlombaan serupa, menghadapi kegagalannya dengan sedih. Dia tidak mau lagi ikut lomba menyanyi bahkan Shinta tidak mau lagi tampil di panggung, meskipun itu bukan dalam sebuah lomba. Sementara, sobatnya Shanti tetap tegar meskipun dia tidak menang, bukan sekali ini saja Shanti kalah, jadi baginya menang atau kalah adalah hal biasa. Shanti justru semakin terpacu untuk menyanyi.


Bayu, siswa kelas IV SD, merasa cemas kalau-kalau tidak bisa mempertahankan gelar peringkat pertama dalam kenaikan kelas tahun ini. Ia merasa cemas bila ada teman lain yang prestasinya lebih bagus dari dirinya. Lina, siswi kelas V SD, tampak muram karena mendapatkan nilai buruk pada pelajaran matematika., teman kelompok belajarnya mendapat nilai baik, ia kecewa dan mulai berprasangka buruk pada teman-temannya.

‘ Setiap orang pernah gagal dan berhasil’
‘ Setiap kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda’
‘ Kegagalan bukanlah akhir dunia ‘

Banyak penemu dunia yang terkenal sampai sekarang telah melalui beribu kegagalan dalam percobaannya. contohnya Thomas Alfa Edison sebagai orang hebat yang telah berhasil menemukan bola lampu listrik yang pertama juga pernah mengalami kegagalan yang berulang hingga akhirnya berhasil. Ibnu Rusyd, adalah tokoh islam terkemuka dengan berbagai macam penemuannya, beliau juga orang yang pantang menyerah akan kegagalannya. Bahkan Nabi Muhammad SAW ( segala Rahmat untuknya), nabi kita yang mulia sering menemui hambatan dalam dakwahnya.

Mengapa anak bisa gagal dan mengapa anak menjadi trauma karenanya ?

semoga keceriaan anak-anak ini tidak hilang tertelan waktu


Let’s we discuss it……

Banyak orang tua yang sangat bangga terhadap anaknya sehingga menganggap Anaknya ada fotocopy dari dirinya. Bila orang tua bisa melakukan sesuatu hal, maka anaknya pasti juga bisa melakukan persis seperti ayah atau ibunya. Seperti akta pepatah “ buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya,”. Begitu juga dengan bakat anak. Tapi orang tua tidak menyadari bahwa anak juga manusia, punya rasa punya hati,….. jangan sama kan dengan…… pisau belati ( loh kok jadi nyanyi ? ).. Anyway,… anak juga punya keinginan dan ketakutan akan sesuatu, bila mendapat tekanan, maka mereka akan menolak. Bisa jadi tekannan itu berasal dari orang tua atau pun lingkungan yang menuntut anak selalu berhasil dan jadi pemenang tanpa memberi mereka kebebasan untuk berekspresi mewujudkan keinginannya.

Boleh saja, kita sebagai orang dewasa memberikan target untuk anak-anak kita, tetapi kita harus menyesuaikan target tersebut dengan kemampuan anak. Misalnya ada orang tua yang menargetkan aaknya yang baru kelas TK A untuk membaca, dan berhasil… anaknya yang masih kecil tersebut sudah bisa baca Koran, sehingga sering mengambil Koran terlebih dahulu untuk di baca padahal ayahnya belum membaca Koran itu sama sekali.Tetapi, dilain sisi, ada anak lain yang memang belum saatnya untuk diajarkan membaca ( walaupun usianya sama ), tetapi terus di ‘cekokin’ dengan huruf dan angka. Anak tersebut tidak boleh main sebelum bisa menghapal huruf yang di ajarkan ayah / ibunya… “ wah wah wah,….. pendidikan militer tidak sebegitunya Bu !”

Allah memberikan anugerah anak kepada ibu dan bapak, tidak semua loh berkesempatan mendapatkan anugerah itu, banyak pasangan lain yang menunggu sampai datangnya saat itu,.. maka bersyukurlah.

Bila kita bekerja dibawah tekanan atasan ataupun juga harus ada target yang dalam waktu singkat harus kita penuhi sedangkan kondisi badan tidak memungkinkan, pasti kita akan frustrasi, begitu juga dengan anak-anak. Orang tua yang hanya menuntut tanpa mau mengerti dan memahami kekmampuan anak (kurang menyadari bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda. Segala cara dilakukan agar anaknya selalu menjadi nomor satu) dapat membuat anak frustrasi dan ‘kerdil hati’. Dan saatnya mereka menemui kegagalan, maka ‘ bruukkk !’mereka akan jatuh dan sulit bangkit lagi Anak yang melakukan aktivitas dalam situasi yang penuh tekanan tidak dapat berkembang secara optimal. Akibatnya anak justru tidak dapat mewujudkan keinginannya.

anak perlu dibimbing, di motivasi dan di beri kesempatan untuk mencari apa yang mereka inginkan. Dengan begitu, mereka akan merasa mendapat kekuatan dari lingkungan sekitarnya, bukan tekanan. Hal ini yang masih di anggap remeh oleh orang tua. Ketika anak menghadapi kegagalan, maka motivasi menjadi kilatan putih yang menerangi rasa gagal mereka sehingga mereka bangkit dari merasa gagal dan kembali mencoba. Untuk hal ini, kita perlu belajar dari orang jepang. Dalam acara Takeshi castle, Ninja Warrior atau the Viking, Sering mereka meneriakkan kata-kata motivasi sebelum berlomba dan ketika gagal, mereka selalu berkata “ aku akan mencoba lagi !, tunggu aku !, pantang menyerah !”. Semoga dengan bimbingan ahlak dan motivasi orang tua, anak Indonesia menjadi generasi yang pantang menyerah dan berakhlak mulia. Semangat !!!

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MoNeY ? For ChilDren? Why Not??

Bu Guru harganya berapa?

“ Bu Gulu, aku punya 2 !”, terdengar celoteh spontan dengan senyum khas dengan gigi susu kropos dari salah satu anak muridku di TK. Sebenarnya maksud dari kalimat itu adalah, “ Bu Guru, aku punya dua ribu rupiah”.. yah,.. mengutip sebuah ungkapan dalam salah satu lagu favoritku “ Money Money Money,… must be funny in the rich man’s world…” bagai orang yang paling kaya di dunia, dalam dunia anak-anak tidak mengenal seberapa pentingnya uang, yang penting makanan, pakaian dan mainan tersedia di depan mata mereka….and everyone is happy!! , Dan banyak orangtua juga tidak menganggap pentingnya arti mengajar hal-hal yang berbau uang ke anak-anak mereka “ buat apa? Toh yoh isih cah cilik!”


Pembelajaran tentang uang, atau bahasa inteleknya manajemen keuangan, sangat asyik untuk dipelajari, dari sinilah anak belajar untuk berbagi, menghargai hasil karya orang lain, menolong, tidak sombong, gemar menabung dan pembelajaran moral lainnya. Saat anak-anak belajar tentang uang, cara mendapatkannya dan manajemen pengelolaan uang tersebut, mereka akan tahu bahwa orangtua mereka benar-benar membanting tulang untuk sekedar membahagiakan mereka. “Sepertinya Kompleks sekali yah? Apa bisa diajarkan untuk anak TK?, Kok yoh berat banget kayaknya?”.Pembelajaran manajemen keuangan ke anak sangat simple dan mudah dijalankan. Sesuai dengan dunia mereka, sebagai guru kita harus menjadikan pembelajaran manajemen keuangan dengan metode yang menarik dan technically,…… bermain donk!

Banyak sekali contoh pembelajaran dengan metode bermain, dan sebenarnya mungkin banyak dari kita yang sudah menerapkan metode ini, hanya saja tidak mengetahui essensinya… tidak seperti jaman dulu yang hanya menggunakan daun sebagai uang-uangan, dengan fasilitas mainan jaman modern ini, kita dapat dengan mudah mendapatkan uang-uangan dengan nominal 500 ribu sampai 1 juta dengan mengeluarkan kocek sebesar 3000 rupiah. Hal ini adalah pembelajaran dasar sehingga anak-anak dapat bermain peran dengan berpura-pura menjadi kasir dan pembeli. Saat puncak tema “ aku “ di sekolah saya, saya dan teman-teman berinisiatif untuk membuat bioskop dengan film bertema “ panca indera dan anggota tubuh” untuk anak-anak murid kami. Setting kelas dibuat gelap dengan jendela ditutup kain hitam sehingga benar-benar menyerupai bioskop, dengan LCD dan perlengkapan menonton yang lain sehingga anak-anak dapat melihat layar lebar ala bioskop 21 yang kami ubah menjadi bioskop 31, sesuai dengan nama sekolah tempat saya mengajar. Selain bioskop, kami juga membuat sebuah gallery panca indera dengan berbagai aneka benda yang bisa diraba, dicium, dirasa, dilihat dengan diiringi alunan musik yang bisa mereka dengar. Dengan sedikit kreatifitas dan meminjam barang dari sana dan sini,… ThaRa!!!, berubahlah 2 ruangan yang semula adalah kelas, menjadi sebuah gallery dan bioskop. Tidak kalah dengan gallery dan bioskop asli,.. saya dan teman-teman menyediakan loket tiket di depan 2 kelas tersebut. Kami berperan menjadi petugas loket dan anak-anak menjadi pengunjungnya. Permainan dimulai dengan antrian anak-anak untuk masuk ke gallery. Saya sudah menyiapkan uang-uangan dengan nominal Rp. 1000 sebanyak 4 lembar untuk tiap anak. Dengan memberikan pemahaman bahwa anak-anak dapat memasuki gallery dengan memberikan uang seribuan sebanyak 2 lembar dan diberikan penjelasan sedikit tentang bagaimana mendapatkan uang, maka anak-anak akan mengerti bahwa mereka hanya memiliki 2 lembar lagi untuk menonton bioskop. Dalam proses memberikan uang uang ke petugas loket, anak-anak akan memiliki insight bahwa uang adalah alat tukar yang didapatkan dengan bekerja, sehingga mereka dapat menghargai uang yang telah diberikan oleh orangtuanya.

Selain itu, ada pembelajaran lain tentang uang, yaitu memberikan uang amal setiap masuk sekolah. Di kelas terdapat kotak amal agar anak-anak dapat memasukkan uang amal dengan jumlah nominal bebas. Untuk membuat anak-anak termotivasi memasukkan uang amal secara continue, saya telah menyiapkan papan bintang kota amal, setiap anak-anak memasukkan uang amal, maka saat itu juga bintang mereka bertambah, dan ketika melihat bintang temannya sudah banyak, anak-anak yang belum membawa uang akan termotivasi untuk membawa uang keesokan harinya…. Easy khan ? Piece of cake !!

Masih banyak lagi contoh pembelajaran manajemen keuangan sederhana khas anak-anak ini., semoga dengan contoh kecil ini, dapat diterapkan saat mendidik anak-anak kita, karena mereka adalah masa depan kita dan umat. Wassalam.

http://world-of-indah.blogspot.com/2009/12/money-for-children-why-not.html

http://ekonomi-ucy.blogspot.com/2009/12/money-for-children-why-not.html

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Semua Bisa Bercerita

Ketika diminta bercerita, banyak guru yang panik atau grogi duluan. Bercerita diibaratkan seperti tampil di atas sebuah panggung teater dihadapan ratusan pasang mata. Apa benar begitu??



Seharusnya sih, tidak. Bercerita tidak seharusnya menimbulkan stres, malah bisa jadi obat stress juga merangsang berbagai macam aspek perkembangan anak dan juga mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Selain itu, tentu saja dongeng/ cerita menjadi hiburan yang amat berguna. Hampir tidak ada anak-anak yang tidak suka membaca atau mendengar cerita.Lewat cerita,nilai-nilai diturunkan,Pembentukan watak pun dimungkinkan


Nah, kapan mendongeng mulai diterapkan? Kak Seto, seorang pakar tumbuh kembang anak menyarankan sebaiknya sejak bayi masih dalam kandungan. Karena berdasarkan penelitian, bayi sudah dapat mendengar sejak tinggal di rahim ibunya


Bagaimana kita, para guru? Apakah kita sudah bercerita dengan baik untuk anak didik kita ?

ketika masih di taman bocah

Ada beberapa persiapan agar cara bercerita berjalan menyenangkan dan efektif :


• Pilih cerita yang baik, misalnya bertema kelembutan, kedamaian, semangat yang tinggi, memuat nilai-nilai, serta mengundang inspirasi dan imajinasi. ( bukan cerita yang menimbulkan sifat iri hati, serakah seperti kancil nyolong mentimun )


• Sesuaikan pilihan cerita dengan umur anak. Cerita yang banyak gambar dengan kata-kata pendek dan berulang-ulang, cocok untuk anak usia balita. Anak usia 6 - 9 tahun, bisa dibacakan cerita yang agak panjang dengan 2 sampai 4 tokoh. Cerita yang panjang dengan tokoh yang lebih banyak lagi, bisa diberikan kepada anak usia 10 tahun ke atas. Pada usia ini, anak-anak sudah bisa membaca buku sendiri.


• Hafalkan garis besar ceritanya. Hayatilah pesan utamanya, serta jangan lupa, membayangkan kapan harus melakukan improvisasi.


• Cobalah berlatih sendiri dengan berceritakan kembali cerita tersebut di depan cermin.


• Siapkan juga alat bantu bila memang di perlukan. Misalnya, boneka, topeng, atau kertas.


• Latihan vocal, gerak, dan mimik muka.


• Kondisikan anak terlebih dahulu,agar mereka mengikuti dengan sadar dan senang,saat cerita atau cerita dibacakan


• Hindari suasana formal, Perhatikan jumlah pesertanya, bila terlalu banyak akan sulit mengendalikan mereka


• Pilih tempat yang nyaman, terbuka dan luas. Karena akan membantu terciptanya rasa tenang pada anak-anak


• Ciptakan suasana hening dan tenang menjelang dan selama membaca atau mendengar cerita


• Gunakan vokal yang baik. Perhatikan intonasi suara: Kapan harus tinggi , rendah, kecil, besar, berat, cepat, lambat, manja dan seterusnya.


• Lakukan kontak mata,beri perhatian,cinta,dan elus anak selama bercerita, Usahakan pkitangan mata kita tertuju pada semua peserta (anak-anak) tidak hanya satu arah.


• Gunakan kata-kata yang mudah dicerna dan sering dipakai dalam kesehariannya. Kalau ada kata-kata baru, berikan penjelasan.


• Kita harus peka terhadap situasi dan kondisi anak-anak. Apakah anak-anak merasa letih, lapar, dan kepanasan ? Jika keadaannya seperti itu, bercerita jangan diteruskan.


• Konsentrasi dan tenang sangat diperlukan oleh seorang pencerita. Ketenangan membuat Kita disiplin berfikir. Hal itu, melatih kita tidak ngelantur kemana-mana.


• Libatkan perasaan kita saat bercerita. Tampakkan ekspresi wajah kita sesuai cerita : marah, menangis, tertawa, kecewa, dan kaget.


• Minta si Anak berpendapat tentang isi cerita, bantulah mereka memahami isi cerita dengan tepat, dan ajaklah mereka menggali argumen-argumen atas komentar-komentar mereka


• Ajak anak terlibat dalam cerita. Dia bisa membantu memilih buku yang diceritakan, juga berhak menambahkan tokoh atau membelokkan alur agar cerita jadi lebih seru dan menarik baginya. Atau agar lebih seru lagi, beri kesempatan pada anak untuk bercerita kepada Kita.


• Usai membacakan cerita, mintalah si anak memvisualisasikan (melukis misalnya) salah satu atau lebih adegan,situasi,tokoh yang ada dalam cerita


• Jauhkan komentar berdasar mitos yang tidak jelas dasar rujukan atau argumennya


• Usahakan ada satu klimaks dalam sebuah cerita.


• Putarlah kaset atau CD musik klasik ketika hendak mengakhiri cerita


• Libatkan rasa humor, tetapi bukan ngebadut.


• Dan yang paling penting adalah, Kita harus mempunyai keyakinan yang tinggi pada diri sendiri.


InsyaAllah Simple kan?? Semoga kita dapat memberikan cerita yang baik dan bermutu bagi anak didik kita, masa depan Indonesia

************************ SEMANGAT *************************


Referensi : Dari berbagai sumber di Internet

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

One Thing can be anything……..

Amazing !, satu kata yang pertama kali terlontar saat ku menjalani profesi ini, Guru.



Spesific word…. Guru PlayGroup


Ku masuki jenjang kuliah Psikologi dengan satu harapan,…menjadi Psikolog Klinis. Dua semester kujalani perkuliahan ini, sampai di sebuah titik, aku mulai berselingkuh dengan psikologi Industri Organisasi, sebuah penjurusan mata kuliah yang ( katanya ? ) paling banyak duitnya … Hummmm……!. Bagai dua cowok yang menyihirku dengan charm-nya sendiri-sendiri, baik ilmu Klinis maupun ilmu Industri Organisasi terus ku gali, tanpa mengindahkan mata kuliah yang lain. Tokoh-tokohnya, Teorinya, dan juga penyelesaian kasusnya… “ Gue banget dah pokoknya! “. Sampai di akhir masa kuliah, aku harus memilih diantara 2 penjurusan tersebut. “ Skripsi harus dibuat dengan metode yang menarik dan cepat! ” fikirku…. dan karena merasa sebagai orang kebanyakan ( atau malah oportunis yah ?), aku memilih skripsi di bidang industri dan organisasi, selain mudah, banyak contohnya, dan tidak harus keluar masuk rumah sakit jiwa untuk memeriksa kondisi psikologis pasien seperti yang dilakukan oleh teman-temanku yang memilih skripsi bidang klinis.



Wallah!!!! ( di baca dengan aksen Italy yak!), akhirnya ku lulus dengan IPK lumayan bagus dan kebingungan di akhir pergantian tali topi wisuda S1-ku,… “mau kemana gue setelah ini ?” Kebingungan itu berlanjut, saat aku harus menghadapi kehidupan sebenarnya setelah lulus dari nyamannya bangku sekolah dan pertolongan orangtua. Mulai berfikir tentang hidup, makan, dan akan jadi apa nantinya diriku?. Human Resource Development, Profesi yang banyak di tawarkan untuk Fresh gruated sepertiku, seperti roti tawar yang menghilangkan selera makanku. Dan Psikologi Industri Organisasi kehilangan charm-nya saat itu, dia tidak bisa lagi menyihir motivasiku seperti saat kuliah dulu, sama seperti Kesan menariknya Psikologi klinis yang meluntur seiring jalannya waktu.

Aku terhenyak,…. Dan menyadari bahwa aku telah kehilangan essensi dari apa yang kupelajari selama ini. Selama menjadi mahasiswa di fakultas Psikologi terkenal di kota ini. Dalam kilatan kecil di tatapan kosongku, aku melihat sebuah pengumuman kecil diujung papan pengumuman fakultas…..


‘ mencari guru TK lulusan S1 psikologi…… ‘

Dengan Penuh harap seperti saat pertama kali ku menginjak kota ini, ku ajukan lamaran berlapis map coklat bertali merah… ( so ordinary I think ! ). Dan fikiran utamaku saat itu adalah Nothing to lose !, diterima ya syukur… nggak diterima kebangetan ( Loh !). Dan untuk pertama kalinya kujalani tahap recruitment, seperti yang selama ini ku pelajari dalam teori di mata kuliah Psikologi Industri Organisasi, bedanya sekarang aku adalah obyek, bukan lagi subyek seperti dulu… nasib nasib!

Tanpa diduga, aku diterima menjadi guru sebuah Preschool.. padahal banyak juga yang mendaftar di Preschool itu. And I said to my self “ Dear God, is this Your way to show me that I’m able to be a teacher ? “


Anyway,….. ku mulai menjalani profesi ini, Mengembara dari Preschool, TPA And finally an Islamic Kindergarten dan “ Klik”! aku mulai menyadari bahwa “ This is me ! “ “ Gue banget ! ( essensial tentunya ) “.Menjadi Guru tidak membosankan seperti yang selama ini di cap oleh teman-temanku. Menjadi seorang guru ternyata membuka pintu pengalaman menuju profesi-profesi lain. Seorang guru adalah Pilot, Dokter, Psikolog, Konsultan rumah tangga, Manajer HRD, Arsitek, astronot, bahkan sutradara, disesuaikan dengan tema pembelajarannya tentunya. Sebut aja saat anak-anak belajar dengan tema ‘ gejala alam ’, maka aku menyetting kelas menjadi sebuah planet yang ‘dihinggapi’ oleh roket, peran sebagai arsitek muncul di saat menyetting kelas ini. Saat situasi lain dengan kegiatan morning meeting, Aku mengajak anak muridku untuk berperan menjadi pilot dengan segala situasinya di angkasa, menghadapi badai, hujan, awan dan hal-hal imajinatif lainnya. Sungguh !! Sangat menyenangkan !!. Tak kalah menyenangkan saat anak-anak akan kenaikan tingkat, maka aku menjadi sutradara pertunjukan acara tutup tahun dengan tema sesuai keinginanku. Berbagai macam pengalaman sutradara kulalui seperti membuat anak bergerak sesuai dialog, Rekam dialog ke studio, mencari backsound yang sesuai dengan dialog anak. bahkan searching costume for the show, baby !!, so Lovely !!

Asyiknya lagi menjadi guru Playgroup, aku tidak sekedar membimbing murid-muridku di kelas, tapi juga menjadi konsultan perkembangan bagi orang tua mereka. Bahkan menjadi konsultan rumah tangga bila hal tersebut diperlukan untuk penyelesaian kasus anak. Segala cerita tentang rumah tangga orang tua tersebut, menginspirasiku untuk selalu memberikan yang terbaik bagi keluargaku dan lingkungan sekitarku, And I Finnally said to my self “ Thank you Dear God, you truly give me the best way to improve my self , because One thing can be anything”.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
 
Blog Design by Ammupappa