Menjadi cerdas dan ceria dengan permainan tradisional


Permainan tradisional merupakan jenis permainan yang mengandung nilai-nilai budaya pada hakikatnya merupakan warisan leluhur yang harus dilestarikan keberadaannya. Ada permainan yang sifatnya bertanding dan ada juga yang diutamakan utamakan untuk mengisi waktu luang sebagai bentuk rekreasi.

Pengelompokan jenis permainan yang bersifart games ada yang single, satu lawan satu, ada yang satu lawn kelompok, ada juga yang kelompok lawan kelompok.
Jika diamati dari aktivitas yang dilakukan anak, permainan tradisional mengandung keterampilan dan kecekatan kaki dan tangan, menggunakan kekuatan tubuh, ketajaman penglihatan, kecerdasan fikiran, keluwesan gerak tubuh, menirukan lingkungan dan alam, memadukan gerak irama, lagu dan kata-kata yang sesuai dengan arti dan gerakannya.
Permainan egrang, sumber : Kompas

Menurut Sukirman Dharmamulya ( 1996), nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional diantaranya :
Melatih sikap mandiri, beradni mengambil keputusan, Penuh tanggung jawab, Jujur, Sikap dikontrol oleh lawan, Kerjasama, saling membantu dan menjaga, membela kepentingan kelompok, berjiwa demokrasi, patuh pada peraturan, penuh perhitungan, ketepatan berfikir dan bertindak, tidak cengeng, berani, bertindak sopan, bertindak luwes.

Demikian banyak nilai yang terkandung dalam permainan tradisional. Muatan pendidikan dan juga nilai-nilai kemanusiaan yang kreatif dan handal akan terbentuk dalam jiwa anak sehingga tak akan pantang menyerah.
Selain yang disebutkan Sukirman di atas, nilai-nilai yang terkandung dari permainan tradisional adalah sebagai berikut :

Menanamkan budaya trampil kerja, Menananmkan keuletan dan ketabahan, menanamkan cara berfikir yang divergent ( cikal bakal berfikir kreatif), Menanamkan etos kerja yang produktif, menanamkan jiwa aktif yang mengarah ke hal yang baru (original) dan berbeda seperti saat bermain dengan lempung, Menanamkan daya kompetisi yang tinggi, dan menanamkan kepercayaan diri yang kuat.

Walaupun banyak manfaat dari permainan tradisional ini, keberadaannya sekarang tinggal dalam bentuk tulisan atau juga terkubur ditelan kemajuan jaman. Orangtua lebih senang anaknya bermain di dalam rumah dengan alasan yang kuat yaitu : aman. Anak lebih banyak di beri playstation dan juga game-game lain yang sesuai dengan jamannya.

Alasan orangtua membiarkan anak-anaknya bermain di dalam rumah adalah agar lebih mudah dikontrol dan diawasi. Padahal dengan banyak bermain di luar, anak-anak lebih mudah untuk belajar, terutama belajar berani sejak dini dan meninggalkan “lingkaran amannya”  yaitu orangtua.
Contoh permainan tradisional adalah : Ciluk ba, Enggrang, Petak Um pet, Kelereng, Yoyo, Lompat tali, pasaran, lempung, Cublak-cublak suweng, Bekel, Gobag, Gasingan, Dakon, Bakiak, Adang-adangan, Engklek, Panjat Pinang, Cari jejak, Layang-layang dan lain lain.

Dengan begitu banyak manfaat dari permainan tradisional, kenapa tidak kita lestarikan budaya dan juga memetik manfaat dari permainan tersebut.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

BMG (Belajar Mandiri Gratis) said...

Permainan tradisional memang harus kita lestarikan, Artikel yang menarik, ditunggu kunjungan baliknya keblog kami..salam kenal terima kasih

Bella andayani said...

Hot Prediksi Bola
berita bola dunia terbaru
Jadwal Bola Hari Ini
Prediksi bola hari ini
Gaya Hidup

Post a Comment

 
Blog Design by Ammupappa